20 Juli 2026

Selempang Kita Medan


LULUSAN AKUNTANSI YANG SUKSES BERWIRAUSAHA

Siapa bilang lulusan akuntansi harus jadi akuntan? Yeni Fazriah membuktikan bahwa ilmu mengelola angka dan keuangan bisa diterapkan di mana saja—termasuk di bisnis selempang bordir custom yang kini merambah ke berbagai universitas di Indonesia, bahkan hingga Malaysia, Vietnam, Singapura, Sydney, dan Al Azhar Kairo.
Kisah Yeni dimulai dengan apa yang paling sering diabaikan mahasiswa: melihat peluang di sekitar mereka. Saat masih kuliah di UMSU, Yeni menyadari ada permintaan yang sangat konsisten setiap tahunnya—selempang wisuda. “Saat itu saya melihat adanya peluang besar pada bisnis selempang wisuda dan berbagai produk aksesori konveksi,” kenangnya. Namun, ia tidak langsung membuka pabrik. Ia memulai dengan cara yang smart: menjadi reseller terlebih dahulu sambil menjalankan usaha kuliner ayam geprek.

Proses reselling memberikan edukasi berharga kepada Yeni. Dia melihat margin keuntungan yang menjanjikan dan persaingan yang masih relatif sedikit. Tapi yang lebih penting, Yeni mulai bertanya: mengapa tidak memproduksi sendiri?
Keputusan itu bukan keputusan mudah. Yeni harus mempelajari banyak hal dari nol—menjahit, desain produk, mencari mesin yang tepat, memahami proses konveksi secara keseluruhan. “Saya kemudian mulai mempelajari proses produksi secara mandiri,” tuturnya. Ini menunjukkan mindset entrepreneur sejati—tidak takut untuk belajar hal baru, bahkan hal yang jauh dari expertise awal.
Pada Oktober 2023, Yeni meluncurkan produksi mandiri dengan modal awal Rp 110 juta. Ini adalah komitmen serius, bukan sekadar coba-coba.

Yang membedakan Yeni dari kompetitor bukan hanya produk, tetapi cara dia memahami kebutuhan pasar. Fleksibilitas dan kualitas menjadi senjata utamanya. Pelanggan bisa membuat desain custom sesuai keinginan—dari warna, tulisan, logo, hingga ornamen. Setiap produk menjadi personal dan eksklusif.
“Kami menggunakan bahan kain premium dengan hasil bordir yang presisi dan jahitan yang rapi,” jelasnya tentang komitmen kualitasnya. Strategi ini berbeda dari kompetitor yang mungkin fokus pada harga murah. Yeni justru menargetkan segmen menengah ke atas yang peduli dengan kualitas dan estetika, dan setiap pembelian dari Selempang Kita Medan, nama bisnisnya, dimulai dari harga Rp40.000.
Untuk pemasaran, Yeni memilih platform yang tepat sasaran: Instagram (@konveksikitameda) dan TikTok (@selempangkitamedan). Dia konsisten membuat konten menarik, menampilkan hasil produk, dan testimoni pelanggan. Strategi ini terbukti efektif—produknya kini digunakan di berbagai universitas dan bahkan sampai ke negara lain. Pelanggan bisa menghubungi langsung ke WhatsApp 081269110306 untuk pemesanan custom atau melihat katalog lengkap di platform media sosialnya.

Kesuksesan tidak datang tanpa tantangan. Ketika permintaan meningkat pesat, kapasitas produksi Yeni hampir tidak mampu mengimbangi. Ini adalah momen kritis untuk banyak bisnis—saat seorang pengusaha bisa memilih untuk kompromikan kualitas demi volume.
Yeni memilih jalan yang lebih sulit: terus meningkatkan kapasitas tanpa mengorbankan kualitas. Dia menambah mesin produksi, meningkatkan efisiensi alur kerja, dan memperkuat tim. Ini adalah aplikasi real dari ilmu akuntansi Yeni—bagaimana mengelola resources dengan optimal.

Pencapaian terbesar Yeni bukanlah angka penjualan atau ekspansi geografis. “Ketika usaha yang kami bangun dari nol akhirnya mampu memberikan manfaat bagi orang lain,” itulah yang membuatnya bangga. Yeni berhasil membuka lapangan pekerjaan dan memberikan gaji serta THR kepada karyawannya.
“Alhamdulillah, kami dapat membuka lapangan pekerjaan, memberikan gaji yang layak, serta THR kepada karyawan. Hal itu menjadi kebahagiaan tersendiri karena usaha ini tidak hanya menghidupi saya, tetapi juga keluarga para karyawan.”
Ini adalah filosofi entrepreneur sejati—bisnis bukan hanya tentang profit, tetapi tentang dampak positif yang diciptakan.

Yeni tidak pernah melupakan kontribusi almamaternya. Program KBMI (kini P2MW) dan pendampingan PUSKIBI UMSU menjadi fondasi awalnya. Pengalaman berorganisasi di IMM juga membentuk mental kepemimpinannya—keberanian mengambil risiko dan semangat pantang menyerah.
“UMSU menjadi tempat lahirnya perjalanan bisnis saya,” katanya. Ini pesan penting untuk mahasiswa—jangan sia-siakan setiap program dan kesempatan yang diberikan kampus.

Kepada calon pengusaha UMSU, Yeni punya pesan sederhana tapi kuat: “Mulailah dari yang kecil. Saya pun memulai sebagai reseller sebelum akhirnya memiliki produksi sendiri. Jatuh bangun dalam berwirausaha adalah hal yang biasa. Jangan takut gagal, karena setiap proses adalah bagian dari kesuksesan.”
Filosofinya tentang kesuksesan sangat menyentuh: “Keberhasilan sesungguhnya bukan saat bisnis kita menjadi besar, tetapi saat bisnis itu mampu membesarkan kehidupan banyak orang.”
Bagi alumni UMSU yang ingin mendukung Yeni sekaligus membutuhkan selempang custom berkualitas, ada kabar baik. Yeni memberikan apresiasi khusus untuk keluarga besar UMSU: setiap pembelian selempang mendapatkan potongan Rp5.000 dengan minimal pembelian Rp80.000 menggunakan kode voucher “CDACXselempangkitamedan” untuk 30 pembeli pertama. Ini adalah bentuk terima kasih Yeni kepada almamaternya.
Kisah Yeni Fazriah menunjukkan bahwa jurusan akuntansi tidak membatasi seseorang untuk berwirausaha. Malah, disiplin dalam mengelola angka dan keuangan menjadi fondasi kuat untuk membangun bisnis yang berkelanjutan dan bermakna.

Oleh : Fizna Adn