Supported by :

PUSKIIBI UMSU
SRCC UMSU
Majelis Ekonomi
& Kewirausahaan PWM SUMUT

Cari Disini

04 April 2026

JOYERIAA - Handmade Aksesoris

 

Dari Sisa Bahan Jadi Brand Aksesori Hits, 

Camilla Buktikan Ide Sederhana Bisa Berbuah Manis


Tidak semua usaha lahir dari perhitungan rumit, ada yang tumbuh dari ketertarikan sederhana, lalu terus dirawat dengan konsisten. Begitulah cerita Camilla Safira, alumni Akuntansi UMSU, yang merintis JOYERIAA, brand aksesori handmade yang sudah dibangunnya sejak 2020.
Awalnya, Camilla cuma pengen bikin gelang yang beda dari yang ada di pasaran. Sesuatu yang unik, nggak pasaran, dan punya sentuhan personal. Setelah beli bahan, ternyata ada sisa. Daripada mubazir, dia coba rangkai jadi produk lain dan memberanikan diri buat jualan. Responsnya? Positif banget!
“Awalnya saya ingin membuat gelang yang unik dan tidak pasaran. Dari sisa bahan itu, saya coba jual, dan ternyata responsnya sangat baik,” kenangnya.
Dari percobaan kecil itulah JOYERIAA mulai menemukan jalannya. Produknya pun berkembang: dari gelang, konektor masker, cincin, sampai phone strap dan bag charm. Semuanya dibuat handmade, satu per satu, dengan pendekatan yang berbeda dari kebanyakan usaha aksesori.
Camilla nggak mengejar produksi massal. Dia justru milih bikin desain terbatas, bahkan satu model cuma satu item. Buatnya, setiap produk adalah karya kecil yang punya karakter sendiri. Dia ingin setiap orang yang memakainya ngerasa spesial.
“Selain bisa berkarya, aku juga bisa lihat orang lain happy pakai hasil tangan saya,” ujarnya.
JOYERIAA resmi berjalan sejak Oktober 2020 dengan modal sederhana. Camilla lebih mengandalkan kreativitas dan konsistensi. Tantangan terbesarnya bukan pada produksi, tapi menjaga ide tetap segar. “Kalau kehabisan ide, saya biasanya ambil waktu buat reset. Cari inspirasi dari warna atau bentuk baru, supaya desainnya tetap fresh,” katanya.
Strategi pemasarannya pakai media sosial dengan visual yang konsisten dan estetik. Produk dibuat terbatas biar ada kesan eksklusif. Harganya pun ramah di kantong, cuma Rp10.000 hingga Rp20.000, jadi terjangkau banget buat pelajar dan mahasiswa. Sekarang JOYERIAA bisa ditemukan di Instagram dan Shopee (*@joyeriaa.id*), pemesanan juga lewat WhatsApp. Setiap pembelian dapet gift random dengan mencantumkan catatan sebelum checkout—sentuhan kecil yang bikin belanja makin personal.
Momen paling berkesan buat Camilla bukan cuma soal laris manis, tapi ketika produknya dijadikan kado buat orang spesial dan dapat respons hangat dari penerimanya. “Di situ saya merasa karya kecil yang saya buat ternyata bisa bikin orang lain bahagia.”
Lingkungan kampus juga turut membentuk keberaniannya. Dia ingat pesan sederhana dari dosen di UMSU yang mendorong mahasiswa untuk berani mencoba jika punya kemampuan. Kalimat itu membekas dan jadi dorongan buat melangkah.

Dari perjalanan ini, Camilla belajar tentang ketekunan, kesabaran, manajemen waktu, dan pentingnya branding. Pesannya buat mahasiswa dan alumni yang mau berwirausaha: mulai dari hal kecil, manfaatkan skill yang ada, dan jangan takut salah. Karena di balik JOYERIAA, bukan cuma aksesori yang diciptakan, tapi keberanian untuk terus beride, tanpa batas.

Oleh : Fizna Adn