Kenapa Alumni Hukum Ini Pilih Jadi Wedding Organizer? Ini Ceritanya
Medan – “MISKIN ITU GAK ENAK!!!!” Kalimat blak-blakan ini mungkin bikin kamu tersentak. Tapi bagi Ramadhan Oktavio, alumni Fakultas Hukum UMSU, justru kalimat inilah yang jadi bahan bakar untuk terus bergerak. Bukan sekadar ucapan, tapi reminder setiap kali dia mulai malas atau ragu. Dan hasilnya? Kini dia punya Violie Organizer wedding dan event organizer yang nggak cuma ngurus nikahan, tapi sampai seminar perusahaan.
Cerita Ramadhan dimulai tahun 2022. Saat itu dia sering jadi crew di beberapa wedding organizer. Awalnya memang cari pengalaman dan uang tambahan, tapi ternyata dia menemukan sesuatu yang lebih besar yaitu peluang bisnis yang nyata. Dia beneran belajar dari sana. Gimana koordinasi vendor, ngatur timeline acara, sampai ngadepin klien yang macam-macam. Pengalaman langsung di lapangan ini yang nggak bakal dia dapet kalau cuma baca teori.
Sampai dia kepikiran, kenapa nggak bikin sendiri aja? Dia udah tahu cara kerjanya, udah kenal vendor-vendor, dan karakternya memang cocok karena suka ngomong, suka ketemu orang, bahkan dia juga MC di beberapa acara. Modal pengalaman dan mental sudah ada, tinggal eksekusi.
Akhirnya pada November 2024, Violie Organizer resmi berdiri. Ramadhan tidak mau terjebak di satu segmen saja. Violie Organizer menangani wedding, sweet seventeen, birthday party, grand opening perusahaan, sampai seminar. Diversifikasi layanan ini strategi cerdas, bisnis tidak tergantung pada satu pasar. Target marketnya jelas: Gen Z untuk birthday party dan sweet seventeen, serta perusahaan yang sering bikin event.
Kualitas dijaga dengan ketat. Crew-nya bukan asal pilih, tapi yang udah profesional dan punya dedikasi. “Kepuasan pelanggan jadi prioritas,” tegasnya. Dan memang, di bisnis jasa kayak gini, sekali kamu mengecewakan klien, reputasi bisa hancur dalam sekejap.
Tantangan pasti ada vendor telat, cuaca nggak mendukung, permintaan last minute. Tapi Ramadhan dan timnya selalu punya backup plan. Setiap event selalu ada briefing dan antisipasi masalah. Makanya meskipun ada hambatan, klien tetap puas dengan hasilnya.
Kalau ditanya pencapaian paling berkesan, Ramadhan nggak jawab soal omzet atau jumlah klien. “Tim yang solid, kerja profesional, dan pelanggan yang puas, itu yang paling berkesan,” katanya. Di bisnis event organizer, kamu nggak bisa kerja sendiri. Butuh tim yang bisa diandalkan, yang punya visi sama, dan mau kerja keras bareng-bareng.
Pemasarannya sederhana tapi efektif menggunakan media sosial, word of mouth, rekomendasi dari teman dan keluarga. Nggak perlu iklan mahal-mahal, karena di bisnis jasa, testimoni langsung jauh lebih kuat.
Buat mahasiswa atau alumni yang masih overthinking soal mulai usaha, Ramadhan punya pesan tegas “Mulai aja dulu, jangan berpikir terlalu banyak. Udah ada ide? Langsung eksekusi. Jangan cuma mikir tanpa ada pergerakan sama sekali.” Dia paham banyak orang punya ide bagus tapi nggak pernah jalan karena kebanyakan mikir takut gagal, takut rugi, takut ini-itu. Padahal, belajar terbaik ya dari action. Kamu nggak akan pernah tahu hasilnya kalau nggak mulai.
Violie Organizer ada di Jcity J Metropolis I No 30 dengan pelayanan 24 jam, fleksibel buat klien yang mau konsultasi kapan aja. Harganya kompetitif dan bisa disesuaikan sama budget. Layanannya lengkap: wedding, sweet seventeen, birthday party, grand opening, seminar, dan masih banyak lagi. Khusus buat keluarga besar UMSU, ada penawaran spesial! Langsung aja hubungi via WhatsApp di 085184189966 atau cek Instagram @violieorganizer.
Jadi, kenapa alumni hukum ini pilih jadi wedding organizer? Karena Ramadhan paham bahwa pekerjaan yang tepat bukan selalu yang sesuai dengan jurusan, tapi yang sesuai dengan passion dan peluang yang ada. Ijazah hukum memberinya kemampuan berpikir logis dan teliti, tapi pengalamannya di lapangan yang membentuk bisnisnya.
Oleh : Fizna Adn




